aku hidup bersama tulisanku
Jumat, 08 Maret 2013
kakak cantik, kekasih kakakku.
kak, kak, kakak cantik. Iya kakak yang berambut hitam, kakak yang berwajah ayu, kakak yang berhasil meraih kakak tampan kesayanganku. Sebenarnya kita seumuran, tapi karna kau kekasih kakakku bolehkan aku memanggil engkau kakak?
kak, kakak yang nama awalannya sama dengan nama panggilanku, kakak yang namanya membuat aku membenci namaku sendiri, kakak yang membuat dia, kakak kesayanganku, merapal nama kakak lebih sering daripada aku. Apa aku boleh aku membisikan sesuatu padamu?
sebenarnya ini sebuah kata-kata yang tidak patut ku ucapkan, ini sebuah kalimat yang tak pantas dijabarkan, ini sebuah perkataan yang tak layak diperdengarkan, tapi kak, aku mau jujur, aku mencintai kekasihmu.
aku tau, aku ada ditempat yang salah. Aku ada di lingkaran kecil yang seharusnya tidak pernah aku masuki. Tapi, aku tidak bisa membohongi perasaanku lebih dalam dan lebih lama lagi.
sebenarnya ini salahku, salahku yang terlalu menaruh harapan besar pada kakakku, kekasihmu. Huuft andai bisa aku menyetir hatiku, pasti akan aku arahkan kepada cinta yang lain. Ini semua sudah diluar kendali dan akal sehatku.
maafkan aku kak, maafkan aku mencintai kekasihmu. Sungguh aku tidak ada sedikit niatpun untuk menghancurkan hubungan kalian. Tak ada sekecil pemikiran pun untuk memisahkan kakak cantik dan kakak kesayanganku.
kak, sekali lagi maaf, aku telah mengganggumu bahkan dengan lancang memaksamu untuk memaafkan aku.
kak, percayalah, kakak kesayanganku sangat menyanyangimu. Dia menyayangimu lebih dari dia menyayangiku, lebih dari aku menyayangi dia. Kakak cantik, jaga kakak kesayanganku, jangan biarkan dia terluka seperti aku sekarang.
with love, adik kekasihmu. naina
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar