*tarik nafas* *buang* *tarik nafas* *buang* sudah lima kali? Siap-siap baca tulisan aneh ini. Okee mulai... 1.... 2.... 3 *tutup mata* eh jangan deh, kapan bacanya-____- cus aaaaah kebanyakan bacot juga gak bagus.
*aku juga mau pulang*
hei, hallo dunia sore yang tak begitu cerah. Aku sudah siap pulang nih. Setelah ber-jam-jam duduk terpaku memperhatikan pelajaran yang sudah masuk kuping kanan namun keluar lagi dari kuping kiri.
daaaaaaannn ... yes! Aku berhasil menyebrang. Sekarang aku sudah duduk didalam angkot warna hijau tosca. Kendaraan murah terakhir yang bisa mengantarkanku kerumah bercat biru, baik bangunannya ataupun pagarnya, sebelum pukul empat sore.
Aku tidak sendirian, tapi dalam angkot ini tak siapapun yang aku kenal. Dengan sangat (terpaksa) semangat aku memalingkan wajahku kearah luar jendela. Ya menurutku ini lebih baik ketimbang harus memandang wajah sangar penumpang lain.
tidak ada kegiatanku disini selain memandang jalan raya yang hitam. Jalan yang seluruh punggungnya ditempeli garisan-garisan putih. Hitam dan putih. Persis keadaanku sekarang. kalian tahu gak ? gak tahu ya ? aku kasih tahu deh. Hidupku sekarang kusam tak secerah dulu saat dia ada didekatku. Saat dia jadi alasan tiap senyumku dan saat dia jadi penyedia tangan untuk menyeka gerimis kecil disudut mataku. Oh iya, detik ini, saat aku bercerita ini, aku belum sampai dirumah.
hei, hallo sepertinya hitam dan putih tidak hanya menjadi nasib jalan raya dan kehidupanku saja. Saat melihat keatas dari dalam angkot, langit-langit juga berwarna senada. Awan yang menggumpal memunculkan warna hitam sebagai pemeran utamanya. Karenanya keadaan yang tadi tidak cerah menjadi semakin parah. Mendung. Awan awan yang sedari tadi mual itu sudah siap memuntahkan isi perutnya kebumi. Lucunya, dalam keadaan seperti ini pun masih dia yang ada dipikiranku. Bayangkan saja, aku bagai melihat lekuk wajahnya tercetak samar-samar diawan gelap itu. Disana dia menyunggingkan senyum seperti meremehkanku yang sampai sekarang belum pulang juga.
sebenaranya aku juga mau pulang. Siapa yang mau berlama-lama di tempat ini. Aku juga mau pulang walau ketakutanku sampai ditempat tujuanku belum juga padam.
akhirnya aku malas bercengrama dengan suasana luar. Penumpang lainya sudah banyak yang turun, rumahkupun sudah tak terlalu jauh. Aku mengambil earphone yang sedari tadi singgah disaku seragam sekolahku. Lalu kupasang pada handphone hitamku. Lagi-lagi hitam dan putih.
sebelum tanganku bergerak menuju salah satu icon pemutar lagu, aku melirik sebentar gambar dasar layar handphoneku. Ini gambar terakhir yang bisa kuabadikan sebelum kepergian dia. Dua orang. Aku dandia. Kami. dia merangkulku dengan tangan kanannya dan aku juga memotret dengan tangan kananku. Lucunya, aku memakai baju putih dan dia berwarna hitam.
hei, hello kaliaaan tahu ? akhirnya aku sampai didepan gang rumahku. Aku turun dari angkot hijau tosca tadi dan berlari sampai rumah karna awan sudah kewalahan menahan muntahannya hingga membanjurkan isinya ke tubuh kecilku.
hei, hello Dan akhir aku sampai dirumah nih. tapi tahukah ? aku belum merasa benar-benar pulang. kukira sampai dirumah aku jua sampai dikehidupan nyataku. Tapi... Ternyata sama. Aku belum pulang juga, belum bisa pulang.
aku masih ditempat yang sama. Dunia khayal dan penuh imaji tentang dia. dia dan lagi-lagi dia. Duniaku imajiku indah berbanding terbalik dengan kehidupan nyata. Aku masih didunia mimpi. Disini tak ada tangis dan air mata. aku yakin karna dia ada disini, yaa Ada dia disin.i walau hanya mimpi.
jujur, aku belum berani pulang. Aku tidak siap menghadapi kenyataan kalau sebenarnya dia tak bisa lagi aku genggam dan sentuh sebab dia bukan milikku lagi. Sungguh, aku takut. Aku belum mau kedunia yang semua terlihat buruk. Karna dia sudah lebih dulu pergi kedunia sana, meninggalkan aku dan duniaku.
dia tertawa. menertawaiku. dia tertawa merasa ini lucu. Dengan sengaja menggilas habis ceriahku. memupuk dan menumpuk ratusan kepahitan itu. dia tak tahu aku terpuruk atas sikapnya? yaaa Pasti dia tak tahu.
bodohkah aku, Masih terjebak dimasa lalu?
Bodohkah aku, masih tersesat ditempat berbelenggu?
aku juga mau pulang!! Walau aku takut untuk pulang.
aku, naina..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar